Pindah Planet,Apakah mungkin?
Astronom dari
Universitas California, Amerika Serikat (AS),
berhasil menemukan dua planet seukuran Bumi dan sekaligus merupakan planet
ekstra surya terkecil. Penemuan dilakukan dengan pengamatan menggunakan wahana
antariksa Kepler dan dipublikasikan di sebuah jurnal yang terbit pada Selasa
(20/12/2011).
Dua planet yang
ditemukan mengorbit bintang serupa Matahari itu adalah Kepler 20. Sementara,
dua planet tersebut dinamai Kepler 20e dan Kepler 20f. Semuanya berukuran
hampir setara Bumi.
Kepler 20e
berukuran 0,87 ukuran Bumi dan Kepler 20f berukuran 1,03 ukuran Bumi. Kepler
20e dan Kepler 20f diperkirakan merupakan planet batuan. Massa dari kedua
planet itu pun tak begitu jauh dibandingkan Bumi, 1,7 kali dan 3 kali Bumi.
Para ilmuwan
mengatakan, kedua planet tersebut juga tersusun dari besi dan silikat, seperti
halnya Bumi, meskipun tak memiliki atmosfer. Kepler 20e mengorbit bintang
induknya setiap 6,1 hari pada jarak 7,6 juta kilometer, 20 kali lebih dekat jarak
Bumi-Matahari yang jauhnya 150 juta kilometer.
Sementara itu,
Kepler 20f mengorbit bintangnya setiap 19,6 hari pada jarak 16,6 juta
kilometer. Jarak kedua planet itu dengan bintangnya tergolong dekat.
Kedekatan jarak
planet dengan bintang induknya membuat temperaturnya terlalu panas. Suhu
rata-rata di dua planet itu berkisar antara 430 derajat celsius dan 760 derajat
celsius.
"Peluang
adanya air cair dan kehidupan yang kita tahu di Kepler 20 e dan f adalah
nol," kata Greg Laughlin, astronom dari Universitas California, Santa
Cruz, seperti dikutip Space, Selasa.
Kepler 20 e dan f yang ditemukan
merupakan dua dari lima planet yang ditemukan mengorbit Kepler 20 f. Ketiga
planet lainnya adalah Kepler 20b yang mengorbit dari jarak 24.000 km, Kepler
20c yang mengorbit dari jarak 40.000 km, dan Kepler 20d yang mengorbit dari
jarak 35.000 km.
Tiap-tiap planet tersebut mengorbit bintangnya selama
3,7, 10,9, dan 77,6 hari. Penemuan dua planet ini menantang pemahaman astronom
tentang pembentukan planet.
"Arsitektur dari tata suryanya gila. Ini
pertama kalinya kita melihat yang seperti ini," kata David Charbonneau,
astronom Harvard University, dalam konferensi pers yang diadakan NASA, kemarin.
Charbonneau
menjelaskan, dalam sistem tata surya umumnya, planet batuan tersusun terpisah
dengan gas, dan biasanya berada di dekat bintang. Sementara itu, planet gas
berada di tepian tata surya.
Di susunan tata
surya Kepler 20, planet gas dan batuan tersusun selang-seling. Astronom mungkin
harus merevisi pemahamannya.
"Penelitian ini
merupakan kemajuan besar dalam teknologi, untuk mendeteksi planet kecil
seukuran Bumi. Jika kita sudah bisa menemukan planet dengan ukuran setara Bumi,
di masa depan kita bisa menemukan planet di zona layak huni, dan masa depan itu
adalah target untuk mendeteksi air dan tanda kehidupan," kata Lisa
Kaltenegger dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.
Jadi,apabila kita manusia mampu untuk hidup di planet itu (minimal kesana) kenapa tidak??? haha
itu si persepsi saya ya,kalau kalian nggak setuju yaaaa... gimana caranya agar kita betah tetep hidup di bumi,bagaimana bumi kita bisa kembali Adem kaya dulu.. jadi marilah mulai sekarang kita jaga dan kita Rawat serta pulihkan kembali bumi Ini setujuuuu????
harus setuju doong ;)
Kaltenegger dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.
Jadi,apabila kita manusia mampu untuk hidup di planet itu (minimal kesana) kenapa tidak??? haha
itu si persepsi saya ya,kalau kalian nggak setuju yaaaa... gimana caranya agar kita betah tetep hidup di bumi,bagaimana bumi kita bisa kembali Adem kaya dulu.. jadi marilah mulai sekarang kita jaga dan kita Rawat serta pulihkan kembali bumi Ini setujuuuu????
harus setuju doong ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar